Calzaghe? I Love This One


Judul itu ucapan siapa? Yang pasti bukan selebriti, tapi saya sendiri, wekekekkkkk😀

Menonton pertandingan antara Joe Calzaghe versus Bernard Hopkins minggu kemarin, syahwat menonton tinju kembali terbakar. Sudah lama tak melihat pertandingan begini. Walau banyak orang mengatakan pertandingan itu tak menarik untuk dua orang juara dunia, namun bagi saya kedua orang ini, terutama Calzaghe, sudah mencapai level tertinggi dari seorang juara dunia.

Mike Tyson, Muhammad Ali, Oscar De La Hoya dan Thomas Hearns adalah petinju-petinju juara dunia yang membuat tinju tak sekedar uji nyali, adu jotos dan pertumpahan darah semata. Di dalamnya juga ada strategi, dedikasi dan kenikmatan ketika bertinju. Ada harga diri dan harkat kemanusiaan bahwa dialah yang makhluk ciptaan Tuhan yang terbaik di alam semesta ini.

Calzaghe, dalam pertandingan itu, menarik minat saya. Tidak seperti kata komentator Wailan Walalangi dan M Niagara, yang bilang kemenangan Cahlzaghe berbau bisnis. Kening saya berkerut sedikit saja, ini komentar aneh. Calzaghe asal Inggris dan Hopkins asal Amerika, sementara pertandingan ada di Las Vegas, Amerika dan juri pun orang Amerika juga. Kalau ukurannya itu, seharusnya Hopkins yang juara bukan Calzaghe!

Calzaghe menurut saya lebih matang dan terukur. Dia jatuh di ronde pertama dan ketika diwawancara, dia ngeles sambil cengengesan, ”I’m slip.” Dia mengendalikan emosinya sembari membakar emosi lawannya. Dia tidak mau diserang, namun sepanjang 12 ronde, dia terus yang mengurung Hopkins. Dia bukan tak peduli seberapa banyak pukulan yang akan diterimanya dengan taktik ofensif seperti itu, tapi dia sudah menghitung. Karena kalaupun dia jatuh akibat pukulan lawan, dia akan bangkit lagi untuk bertanding. So what!

Lihatlah Tyson ketika dipukul KO oleh James Buster Douglas, ia buru-buru memasukkan pengaman mulut ke giginya. Dia sudah tak sanggup berdiri tapi harga dirinya terlalu besar untuk jatuh.

Muhammad Ali tak pernah menyesal ketika menderita Parkinson. De La Hoya tak mau menukar julukannya yang hanya seorang ”boy”. Dan Thomas ”The Hitman” Hearns? Susah lagi dicari petinju yang punya satu pukulan yang bisa memporakporandakan tata letak wajah Anda.

Apapun diri Anda, nikmatilah. Kebanggaan terhadap diri, di satu sisi, bukanlah kesombongan, melainkan keberanian untuk menghargai diri setinggi-tingginya. Mungkin, dari situ Anda bisa tahu bahwa Tuhan amat sayang dengan Anda. (*)

= = =

foto: http://www.boxnews.com.ua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s