Engkau Laksana Bulan


P RamleeEngkau Laksana Bulan
Tinggi di atas kahyangan
Hatiku dah kau tawan
Hidupku tak karuan

Mengapa ku disiksa
Mengapa kita bersua
Berjumpa dan bercinta
Akhirnya menderita

Ooooo kau cabutlah nyawaku

Oh tuhanku mengapakah
Kau bedakan hidupku

Oh tuhanku mengapakah
Manusia begitu

Bagi saya, inilah lirik lagu yang betul-betul kuat untuk sebuah lagu. Ratapannya begitu mengiris hati dan akibatnya, dia pun berani untuk menggugat Tuhan. Dia berani mengungkapkan kisah cintanya kepada Tuhan dan mempasrahkan dirinya kepada Tuhannya. P Ramlee sungguh hebat!

Tingkat kepasrahan yang begitu luar biasa ini, sangat jelas bedanya dengan tingkat keputusasaan dan kecengengan kisah cinta zaman modern ini. Sembilan puluh persen orang sekarang yang melantunkan kalimat ini, akan dikatakan sedang menggombal. Karena kita sekarang ini, sudah tak percaya lagi akan cinta. Kita sudah menganggap cinta itu seperti sepotong roti, digigit perlahan-lahan dan lantas habis. Bila sudah tak cocok dengan seorang pasangan, maka cari saja orang lain, habis cerita. Cinta bisa pudar perlahan-lahan atau malah sangat cepat. Dan para artis yang bedogol itu, menjadi duta paling sahih untuk hal ini. Dengan santainya mereka mengatakan, ”Kami sudah tidak ada kecocokan, untuk apa lagi dipertahankan. Ini kan hak saya!”

Kita tak percaya lagi kepada cinta. Cinta adalah hubungan untung rugi, seberapa manfaat diri Anda kepada saya, dan sebaliknya. Cinta sekarang sudah mati. (*)

sumber foto: http://www.kroni.biz/jj/pramlee.jpg

7 thoughts on “Engkau Laksana Bulan

  1. P RAMLEE RULES!! Tak ada gantinya, hehehe..

    Cinta? Ah, udah tak ada lagi cinta itu bang sekarang.. Kayaknya kita perlu revitalisasi cinta sekarang =)

    Like

  2. penulis liriknya Dato’ Jamil Sulong

    🙂 sungguh saya berterimakasih kepada Anda. Dengan demikian, informasi dari Anda menjadi koreksi tersendiri bagi tulisan di atas. sekali lagi terima kasih.

    Like

  3. mengapa kita bersua, berjumpa dan bercinta, tetapi menderita. sekrang gak ada lagi lirik-lirik seperti itu. meski ini berbicara cinta, kecengengannnya memiliki makna yang puitis

    Like

  4. cinta?aku sedang alaminya…tp aku xtau sekuat mana cinta ni leh brtahan..mudah2han xde org len yg leh rmpas cinta ini dari aku…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s