Musik Indonesia Makin Bencong


Musik Indonesia makin cengeng? Iya dan jangan ragu mengatakannya. Tak ada lagi irama yang menghentak, lirik yang kuat dan aksi garang. Melankolis alias mellow sudah menjadi raja di negeri ini. Persoalan cinta menjadi begitu sepele.

Senior saya, seorang wartawan entertainment bilang begini. “Musik sekarang gak ubahnya kayak Dian Pisesa dulu, cuma sekarang ditambahin distorsi,” kata dia. Saya mengangguk, setuju.

Kreativitas plus kenikmatan ketika menciptakan suatu karya seni, sekarang sudah digantikan oleh seni berbasis pasar. Sebenarnya bukan pasar yang meminta demikian, tapi industri musik justru mendeterminasi pasar dengan model melow. Pasar Indonesia ini tidak begitu sulit diolah. Syair romantis, rocker keren n ganteng, plus rekayasa gosip di infotainment, dah, jadilah barang tu!

Contohnya apa? Ah, Anda sendiri sudah tahu kok. It’s time to rock? No. It’s time to be a “bencong”…

14 thoughts on “Musik Indonesia Makin Bencong

  1. uh masih mending musik cengen tapi punya kekuatan yg bikin orang terpesona
    lha ini seragam seide dari kepala sampe kaki :p

    mendingan sayah dengerin hawain aja:mrgreen:

    Like

  2. Itu kan masalah mekanisme pasar bang.. Jadi gak bisa kita salahkan band-bandnya juga, soalnya yang beli masih banyak.

    Tapi awak rasa, nanti kan lama-lama orang bosan sendiri, buktinya pun sekarang dah banyak kali band-band yang namanya panjang-panjang kali dan musiknya pun aneh-aneh (malas awak nyebut istilah indie).

    Jadi, balek lagi persoalan pasar lah. Urusan idealisme dan perut juga nya keknya ini bang, hehehe..

    Oh iya, salam kenal ya bang🙂

    Like

  3. Ada beberapa lagu dari grup band sekarang yang enak didengerin. Tapi kalau semua seragam, kuping ini jadi sumuk juga, ya gak…sekali-sekali musiknya digarap dengan serius gitu, gak asal ketemu nada, cocokin chord n pake lirik jualan. Kan kedengeran tuh musik yang digarap dengan serius dan menunjukkan kualitasnya, sama yang cuma nurutin pasar doang. Skill bermusik juga gak keliatan lagi sekarang. Cita rasa gak bisa ditipu lah…

    band-nya sih gak salah. industri sekarang sedang menghendaki demikian. saya bilang industri loh, bukan band-nya …😀

    Like

  4. musik itu universal, lirik adalah ungkapan perasaan hati seseorang. lirik cinta yang sering terdengar syahdu itu memang murni ungkapan hati mereka, boleh didengar atau tidak sama sekali, boleh benci atau suka sekali.

    Like

  5. musik bencong ??? iya juga ya,….isitilah ini boleh juga….
    sedikit me-romantis sih boleh aja kan, metallica aja punya nothing else matter…dll tapi klo udah kayak sekarng ini, ya ….pening juga..!!

    kyk nya bener klo dibilang, musik sekarang kebanyakan mencari uang, bukan musik expresi dan idealisme karna sesuatu… kebanyakan klo saya lihat adalah mengekor,…. tapi ya bagaimana lagi…!!??

    klo mo dilihat juga masih banyak sih, musik yang gak bencong, tapi ya gitu ….mereka berada di dunia “lain”…ha..ha.

    eh…kebanyakan comment nih…
    salam kenal…!!

    Like

  6. “benCong n deSo”….
    tuh ungkapan yang tepat untuk musik indonesia…

    musik indonesia tuh dah hancur banget..
    bukan sebagai media ekspresi diri…
    tapi dah di anggap media cari uang…

    gimana nasibnya anak anank indie klu semua produser hanya melirik band band yang beraliran alternative….?

    gua rasa sih alternative it`s okay..
    tapi jangan ampe buat anak anak indie terkesampingkan donk…
    masih banyak anak anak yang lebih jago dari ank alternative..

    nih pesan khusuh utk mua anak band…
    n khusus juga untuk para produser yang cuma mao uang..
    yang juga gak mao kreativitas..

    salam kenal yagh mua nya,,……😉

    Like

  7. MEMPRIHATINKAN!!!. ini karena masyarakat kita sedang lapar dengan musik indonesia, jadi apa saja ditelen. tapi ini jangan dibiarkan! para penjaga musik indonesia harus kompak,jangan sampai band2 cengeng meraja di negri ini,buat para MD RADIO seindonesia,LABEL,dan teman2 musisi dosa besar kalau ini teruz berlanjut. jangan berharap dari TV, hari ini setelah mereka meracuni bangsa ini dengan sinetron yang vulgar,GOSIP dan tahayul,MEREKA mendidik anak muda kita cengeng dan kerdil dalam seni.

    Like

  8. salam kenal kolem nulis yo? ayas penikmat musik rock yang lagi iri ma generasi taon 70an, jika musik adalah seni, maka musik seharusnya dinikmati karena idealisme senimannya. manusia tanpa idealisme adalah robot. musik tnpa idealisme hanyalah kebisuan. SALAM PALING BERISIK UNTUK SEMUA!!

    hajar gan,,,,, !!!!!

    Like

  9. makanya wartawan musik di indonesia jg kasih porsi liputan yg sama ama musisi metal lokal dooong..!!! kl mo denger yg ga bencong, kasih kesempatan kita buat berbicara… masih banyak musisi lokal yg ga bencong… kita cuma dibungkam aja sama selera para petinggi industri yg bencong…

    wartawan juga yg salah ya hahaha😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s