Trisula Militer-Golkar-PDIP


Trisula politik nasional adalah dinamika politik antara Militer-Golkar-PDIP. Ini bahasan yang sederhana saja, jangan terlalu serius.

Militer
Ada dua orang patron sekarang, Wiranto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, rising star sekaligus dark star, Prabowo adalah potensi yang mengganggu keduanya.

Bila Prabowo sudah tahap “serius”, maka Wiranto-SBY akan “bersatu” sesuai korps mereka, Kostrad. Prabowo adalah seorang baret merah, dan ketika dia pernah jadi Pangkostrad, dia tidak pernah terterima di baret hijau itu hingga pensiunnya. Poros Prabowo adalah Syafrie Syamsudin, Kivlan Zein (pensiun). Otomatis, “kaki” Prabowo di AD (dan militer) tinggal Syafrie seorang. Perjuangan mereka memenangkan Syafrie sewaktu pertarungan KASAD kemarin harus kandas, karena SBY dan Wiranto tentu lebih memilih Joko Susanto yang berkarir cemerlang di Kostrad. Tentu, ke depan mereka tak lagi jadi pecundang.

Bila Amerika disuruh memilih, maka sudah pasti negara kapitalis itu akan lebih aman bersama SBY dan Wiranto ketimbang Prabowo.

Sutiyoso, Agum Gumelar? Dua orang jenderal ini kita simpan saja dulu di laci politik militer. Untuk sementara, mereka berdua di bawah ketiga orang di atas.

Golkar
Partai beringin ini sungguh kuat. Ada tiga poros: Jusuf Kalla, Surya Paloh dan Akbar Tanjung. Untuk sementara, Surya Paloh sedang berkawan dengan JK. Ketiga orang ini sialnya memang satu: tidak ada satupun yang orang Jawa. Kebalikannya di militer, ketiga tokoh itu justru Jawa semua.

Dengan posisi itu, maka untuk tahap sekarang, jabatan Wakil Presiden-lah yang masih realistis. Bila konstelasi berubah, bila JK benar-benar kuat di luar Sumatera, maka sudah tiba waktunya untuk berangan-angan menaiki kendaraan RI-1. Dengan demikian, maka tugas Agung Laksono-lah untuk menguasai luar Jawa: Sumatera, Kalimantan. Timur? Anggap saja sudah JK semua. Optimisme ini bertambah karena pemilih di pulau Jawa justru akan menjadi tempat pertarungan banyak calon. Dapat 20% saja suara dari pulau Jawa sudah untung.

Saya tak mau berpanjang dulu soal ini. Karena kasus Aburizal Bakrie yang tiba-tiba kaya mendadak dan jadi orang terkaya, belum dimasukkan dalam variabel ini.

PDIP
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ketua partai yang sebenarnya jelas bukan Megawati Soekarnoputri melainkan suaminya Taufik Kemas (TK). Anggap saja, TK itu Ketua Ex-Officio dan Ketua De-Facto.

Apa kekuatan PDIP? Bukan ideologi nasionalis, melainkan finansial. Kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) adalah kentara paling kuat soal ini. Apa hubungannya? Lha, jangan harap ada SK soal atur-mengatur distribusi duit di sini.

TK disebut-sebut sebagai pengatur itu semua, tentu dengan kompensasi tidak sedikit. Jangan anggap soal galon minyaknya karena itu belum seberapa. Karena Rp 800 triliun lebih duit BLBI itu tak terkira. Nah, kalau Anda jeli melihat pertemuan-pertemuan internal maupun eksternal PDIP, lihatlah betapa rajinnya beberapa konglomerat penerima dana BLBI setor muka. Bukankah Prajogo Pangestu tak henti-hentinya tersenyum pada sang banteng?

Itu makanya, ketika Megawati menjadi Presiden, kasus BLBI itu tidak seramai sekarang. Nah saat ini, kan kasus BLBI menjadi sorotan yang malu-malu kucing, karena banyak pihak yang berharap dapat cipratannya. Jangan kira SBY dan JK akan tenang-tenang saja melihat kekuatan PDIP saat ini. Minimal, Pramono Anung memang sudah harus siap untuk “melegalkan” langkah sang juragan.

KPK? Sumut? Abdillah? Rudolf? Chairuman? Tritamtomo? Propinsi Tapanuli? Pemekaran? Weleh-weleh… tiba-tiba konsep Raja Inal Siregar yang ber-marsipature hutana be itu, terasa sangat manis sekarang ketika sentralisasi kekuasaan di zaman reformasi, justru lebih parah dari zaman orde baru lalu.

Ah, melihat politik memang lebih enak berprasangka dulu. Bukankah begitu?

8 thoughts on “Trisula Militer-Golkar-PDIP

  1. Mantafff? Bolehkah aku kutip tulisan yang bernas dan inspiratif ini untuk kutampilkan di blogku ?

    Mauliate. Horas!

    Mainkan terus dialektikamu yang tajam dan segar itu kawan, hehehe…

    Like

  2. optimis pada Ali Umri”. Apakah iklim politik di lapangan sudah membuat anda yakin pada Ali Umri???? Pernakah anda tersadar bahwa simpatik dari masyarakat memang sudah terangkul sepenuhnya. Justru kebalikan dari itu, paket-paket Gubsu yang secara terang-terangan melakukan ‘black campyne’ tidak menarik simpatik dari publik jika kita tanya person to person dengan jawaban dari hati mereka.Alasannya,”masih promosikan diri sudah habis banyak uang,konon lagi ketika menjabat,,,,(dari mana sih uang mereka sebanyak itu???)”.Opini seperti itu yang timbul di masyrakat sekarang ini. Coba anda pertimbangkan dengan matang-matang dan rasional,dari mana uang mereka ketika memasang sepanduk gambar wajah dengan background kuning??????? Dari mana uang mereka itu??? Mudah menjawabnya,, Mereka bekas pejabat daerah,uang mereka pun dari kas daerah,bener tidak??? Apa perlu saya jelaskan bagaimana mengambil uang dari kas daerah???? pertimbangkan 3 paket lagi yang seolah santai dengan baleho atau sepanduk mereka yang bisa dihitung dengan jari jumlahnya di beberapa daerah,,,, 2 diantara 3 paket itu juga bekas pejabat daerah,,,,?/?/??/? Mereka juga hampir sama sumber keuangannya??? Sekarang tinggal 1 paket yang latar belakangnya militer,,,, dari mana sumber keuangannya??? Ada yang tau??///??/ Dia menabung dari sejak SMA hingga menjadi MAYJEND,,, Deposito dan berwirausaha. Tradisi berdagang jawa yang ia warisi dari ayahanda menjadi modalnya dalam berdagang. Lihat saja dari raut wajah kalau memang ia seorang pejabat daerah yang berorientasi uang dan jabatan kerutan pada kening dan perut yang buncit akan terlihat. Saya tidak bermaksud memprovokasi, tapi itu semua tergantung nurani anda???? Yang jelas jangan kecewa jika nanti Calon yang anda usung akan ingkar janji dan melupakan omongannya.Karena hal itu sudah biasa bagi seorang ‘Pejabat Daerah’. “Aman Sejahtera untuk Semua”

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s