Ini Medan, Bung…! (1)


night in medanKehidupan malam kota Medan seolah tak berhenti. Warung kopi (warkop) dan jajanan malam, menyaingi hotel, diskotik, pub, dan café. Ngeseks, bukan hal tabu lagi. Tapi, ada yang merasa tidak adil.


* * *

Pukul delapan malam. Jam kantor sudah tutup dari jam enam tadi. Pulang ke rumah sebentar, mandi, minum teh, terus keluar lagi. Kemana tujuan? Tak susah bingung. Di Medan, bejibun tempat untuk sekedar melepaskan otot-otot syaraf setelah beraktivitas seharian, ataupun memang ingin “mengencangkan otot-otot tertentu” lainnya. Ingin jajanan malam, pergilah ke semua sudut kota, mulai dari yang pinggiran, sampai ke tengah-tengah jantung kota Medan. Dijamin 100%, tidak akan kesulitan untuk sekedar mencari makanan seperti nasi goreng, mie rebus, dan apapun itu. Dari yang mahal, sampai tarif makanan yang seharga dengan setengah bungkus rokok. Semua ada!

Mari jalan mulai dari kawasan kota. Sebagai saran -yang bisa saja tak diikuti- mulailah dari titik nol kota Medan, Lapangan Merdeka Medan.

Di sana ada Merdeka Walk, yang juga dilengkapi dengan permainan anak-anak. Berjalan ke arah Selatan, ada kawasan yang hendak dijadikan salah satu trade mark kota Medan, Kesawan Square. Makanan yang ditawarkan tak banyak beda dengan kawasan kuliner lain, tapi ada keunggulan tersendiri, yaitu live music. Agak mirip dengan jalur Malioboro Jogjakarta, tempat ini hanya buka malam hari. Terus ke kawasan jajanan malam lama yang sudah terkenal yaitu Jalan Pandu. Dari sana bisa menuju kawasan Irian Barat, nikmati sejenak Sate Memeng yang legendaris di Kota Medan itu.

Kurang puas, berjalanlah ke arah jalan KH Zainul Arifin. Kawasan yang lebih akrab disebut Kampung Keling ini punya titik bernama jalan Pagaruyung. Jangan lupa menikmati martabak di sana. Terlalu ramai, putar kembali ke arah Taman Lili Suheri, di jalan Listrik.

Bila perut masih ada “usus tambahan”, belokkan menuju arah jalan S Parman. Dari jalan ini, Anda bisa memasuki kawasan Peringgan, salah satu pusat jajanan malam yang sudah lama berdiri. Di sana juga ada buah-buahan yang buka sampai malam hari.
Dari Peringgan, Anda bisa menuju ke jalan Abdullah Lubis. Jangan lupa di sana ada restoren Mie Jamur Mahmud yang sudah terkenal itu.

Dari Peringgan juga bisa tembus ke jalan Gadjah Mada. Di situ, sudah terkenal dengan warkop yang sering dikunjungi para sales dan marketing perusahaan di kota Medan. Jadi, mana tahu Anda ingin melihat reken sekerja ataupun bawahan Anda –termasuk selingkuhan Anda- sedang makan, Anda bisa mencari di lokasi ini.

Dari kawasan Gadjah Mada, langsung saja masuk ke kawasan Sei Batanghari, belok ke kiri dan Anda akan disambut oleh salah satu jajanan malam paling top di Medan yaitu Mie Aceh Titi Bobrok. Tempat lain adalah Warung Sago di jalan Dr Mansur.

bersambung…Ini Medan, Bung! (2)

= foto oleh Chalid Mawardi Nasution

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s