Syamsul Arifin dan Gus Dur


syamsul arifinSyamsul Arifin adalah calon gubsu yang “kocak”. Saya tidak hendak mengatakan, dia seorang pelawak, walau bila dalam lontaran-lontarannya selalu membuat lawan bicaranya tertawa.

Kocak itu artinya sama juga dengan lucu. Ia memang sosok yang bisa membuat suasana jadi lucu. Dan pilgubsu 2008 ini, menjadi lebih segar dengan sosoknya ini. Pilgubsu ini, bakal menjadi tontonan serba menjemukan bila sosok-sosok serius terus diperlihatkan oleh Ali Umri-Maratua Simanjuntak, Wahab Dalimunte-RM Syafii, Tritamtomo-Benny, dan RE Siahaan-Suherdi.

Sedikit yang lebih segar di bawah Syamsul adalah “Abah” Wahab. Dituntut recall dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Sumut oleh mantan “kolega” dan “mantan” juniornya di Partai Golkar Sumut, ia malah nyeletuk, “Ya, saya siap di-recall kapan saja. Bahkan bila dipanggil Tuhan saja sudah harus siap, kok.”

Suatu hari, dalam sebuah wawancara di sebuah media besar di Sumut, Syamsul ditanya soal pencalonannya. Dia bilang soal yang “aneh”. Aneh karena jarang-jarang ada yang begini.

“Saya tidak mau jadi calon gubernur. Tapi saya cuma mau jadi gubernur,” katanya. Itu satu.

Lain waktu dia bilang begini, “Kalau dilihat-lihat, sebenarnya banyak yang cocok jadi gubernur itu. Saya malah mendukung Bang Ruman (Chairuman Harahap) untuk jadi gubernur mendatang. Beliau Abang saya.”

Tidak ada sosok lain yang seberani Syamsul kalau berkomentar. Bila diizinkan, Syamsul itu ibarat Gus Dur (Abdurrahman Wahid, mantan Presiden RI). Dengan tubuh yang relatif sama –tambun dan tidak begitu tinggi- tingkat celetukannya pun kurang lebih sebanding.

Gus Dur itu, suatu hari pernah bilang begini, “Saya kok ditanya bagaimana bisa jadi Presiden. Ya, sampeyan tanya Amien Rais saja. Saya ini jadi Presiden gratis!” Nah!

Bagi Gus Dur, tidak ada lawan politik yang abadi, semuanya relatif. Karena pandangannya begitu, dia asyik-asyik saja berhubungan dan berkomentar soal orang lain. Tapi, bila pandangannya salah, eit, tunggu dulu, Gus Dur itu tidak akan langsung minta maaf. Dia itu juara ngeles. Soal ngeles ini, bandingannya mungkin hanya Komeng. Dan, ketika dia ngeles ini, dia bisa berapi-api, sehingga orang pun khawatir sendiri, kok dia pula yang jadi marah? So, orang tak ingin berpanjang-panjang urusan dengan Gus Dur.

Syamsul? Banyak kawan saya yang bilang, Syamsul itu sosok yang paling ramah. Nggak tahu juga saya, di mana letak keramahan Syamsul itu. Tapi kawan saya tetap ngotot. Dia bilang, Syamsul itu paling gampang bergaul. “Dia tidak sok tinggi karena dia pejabat (atau mantan anak pejabat),” puji salah satu kawan saya.

Dia pun bercerita lagi. Syamsul itu tidak pilih-pilih teman dan -ini yang biasa jadi ukuran- tempat makan! Kawan saya itu, pernah jengah diajak Syamsul makan di sebuah warung makan pinggir jalan. “Kakinya itu diangkat sebelah di bangku!” katanya bersemangat.

Saya tidak tahu, apakah cerita itu betul atau tidak. Tapi, kalau kaki diangkat sebelah ketika makan, memang menjadi budaya umum di kalangan masyarakat bawah dan orang-orang tua dulu. Itu bukan tanda tak beretika, tapi tanda, istilah orang Medannya, syooor. Satu lagi, dari segi “perwajahan”, Syamsul ini –maaf- yang paling “ndeso”. Parasnya itu tak seperti pejabat yang sering ke salon untuk facial. Memang aneh juga, kok sekarang para pejabat banyak yang facial ini. Umur semakin tinggi, makin sering pula tingkat kunjungan ke salon.

Tapi, ah, sudahlah. Saya akhiri saja tulisan ini. Ntar saya dikira pendukung Syamsul pula.

* * *

foto oleh Roemono

14 thoughts on “Syamsul Arifin dan Gus Dur

  1. saya fikir ya juga, saya pernah melontarkan Syamsul ini GUS DUR nya SUMUT.
    Joke joke nya benar benar segar, dan MEDAN BANGET!
    dan kalau boleh ku tanggapi, dia INI NAGABONAR “HIDUP”.

    suatu ketika di sebuah pertemuan partai partai ditanya, kenapa pak syamsul maju jadi gubernur, dia dengan enteng menjawab: “jadi gubnur?”-dengan “r” cadel nya(dia tidak pernah mengeja GU BER NUR)..hahaha aku ni tak ada sikit pun nak jadi gubnur, sampai suatu ketika aku dipanggi MAK KU.

    “datanglah aku ke bghrrandan (dengan “r” cadel)”
    Makku bilang, “Ripin, mak tengok tengok, bangga juga mak kalau anak mak jadi gubernur”

    Jadi begitu lah, sambut Syamsul sambil menjawab enteng> kalau kau tanya aku kenapa jadi Gubnughgr? “Makku yang sghruh!”

    Naaah, kalau dah Makku yang suruh, taulah kau. Aku tak mungkin main main, aku akan berokan yang terbaik untuk SUMUT ini,Semua daya upayaku> aku tak mau mak ku malu. JAwabnya enteng> jadi jangan kau tanya lagi pungkas syamsul.

    Makanya aku, Jadi Gubnurghr :Alhamdulillah, Ga jadi Gubnughr, Sujud Syukur Aku…

    Begitulah Syamsul. Dan kami di ruang itu dibuat terdiam, Haru, dan sekaligus tak bisa menahan tawa.

    Belum lagi Joke nya tentang Pemimpin.

    Pemimpin itu ada yang LUGU, PINTAR, LICIK, dan BERTUAH.

    Seraya menyebut nama balon X ,. Syamsul menyebut X adalah pemimpin LUGU, karena ia LUGU, ia dikalahkan kadndidat Y yang PINTAR, namun kandidat Y yang PINTAR itu akan kalah dengan kandidat yang LICIK, yang LICIK itu kandidat Z.

    Nah pemimpin LICIK itu dikalahkan PEMIMPIN BERTUAH, yang BERTUAH itu AKU.

    Kami pun Gerrr an lagi. simple, dalam, berasal dari pemikiran besar, namun sederhana.

    Demikianlah Syamsul Arifin. Ia memang lucu, si Lucu yang berbadan besar, paling besar dari kandidat lain, dan saya yakin, joke-joke nya berasal dari pikiran yang besar.

    salam
    M Sinurat

    Like

  2. Jadi ingat semasa pertengahan tahun 1990 saya dan beliau yang cuma bersarung dan berkaos dalam nongkrong bareng di kedai kopi Aceh simpang Jalan Dempo Brandan ngobrol sampai pukul 4 subuh, saat itu beliau masih menjabat ketua KNPI SUMUT, asli celetukannnya masih sama dari dulu hingga kini. L-U-C-U!

    Karena saya merantau baru ketemu llagi beberapa tahun kemudian.
    Pernah sekali berpapasan ditengah jalan dengan Bang SYAMSUL ini, saya coba buang muka karena malu kalau-kalau tegur beliau…
    lalu beliau lihat saya dan saya coba buang muka…

    Di hari lain ketemu sekali lagi kali ini saya tak bisa buang muka karena bertatap langsung dalam sebuah acara pertemuan…Beliau malah bilang…”Sombong kali kau dek! tengok muka abangpun tak mau…apalagi mampir kerumah abang…takut kau abang minta duit ya!!?” candanya.

    Deweweweng……….!!!! Merah mukaku macam kepiting rebus bah! dan kepalaku macam diketok martil.
    akhirnya dengan malu-malu kubilang “maaf ya bang, nanti aku mampir….”
    Aku akhirnya mampir ke rumah pribadinya dan disambut hangat serta disuguhi joke2 ala Bang Syamsul.

    Bukti dia merakyat, kami yang tak ada apa apanya pun disapa…didekati…
    ditanya… itu saja sudah membuat kami senang… karena beliau perduli…

    Kubayangkan andai beliau jadi GUBENUR SUMUT—INSYAALLAH bang… Ribak Sude!!

    Senang denger dari Nirwan cerita begini….akhirnya kesampaian juga ulasannnya…Tengs berat ya.

    Wassalam

    Like

  3. hahahaha😀 soal bacarito, orang melayu (apalagi melayu asahan) ni memang biso tak baronti.. bang agam ini la contohnya …lagi bang …

    Like

  4. Oya Wan…

    Cobalah tanya pada bang syamsul:
    kenapa maju jhadi gubernur. Jika anda wartawan biasa saja, maka anda akan dibveri jawaban klise: aku ga mau jadi gubernur, aku diminta oleh partai-partai, masyarakat, tokoh2, ulama. Aku tanya keluarga dan mereka mengizinkan.

    Namun jika anda sahabat dekat, dia akan jawab lebih jujur. Tidak seperti para kandidat gubernur, walikota, bupoati di republik ini. Yang berasalan: mempoerbaiki, kerja belum selesai, meningkatkan ini itu, dll. BUKAN!

    Bang Syamsul akan Jawab: Aku tak mau jadi gunurgh. Sampai suatu ketika, dipanggil Makku aku ke Bghrandan..Tiba tiba saja Mak ku bilang: “Ghriipin, Kalau Anak Mak jadi Gubnughr, Senang Juga Mak Nak, Bangga Mak pin”…. Begitulah ceritanya,

    Aku maju jadi gubnughrr…ini MAK KU YANG SUGHRUH!! itu aslinya kalau kau mau tau….

    Itulah kenapa ketika seorang panelis perempuan di debat WASPADA menggelarinya “Kandidat Yang Sayang Ibu”.

    Itu sangat tepat. Belum lagi kalau dia bilang: “Aku, disughruh mati ama Makku haghri ini, Detik ini, Mati Aku!

    Demikianlah Bang Syamsul Kita.
    ia memang Berbadan Besar
    Berhidung Besar
    Berfikiran Besar
    Berjiwa Besar

    Makanya ketika Team Kampanye Syamsul memilih tagline “AYO! BESAR-KAN SUMATERA UTARA! saya fikir amat sangat tepat.

    Hanya orang BESAR lah yang bisa mem BESARKAN sumatera UTARA…

    Selamat berjuang Bang SYAMSUL ,
    SAHABAT SEMUA SUKU!

    Mejuah

    Like

  5. udah ah.. pekara bual kalah awak sama bang nurat…bang Agam belok ajalah Wan…
    Sampai nanti di MEDAN ya… tanggal 18maret abang lending….sate jengkol…sate kerang….wuih dah ngiler abis….

    Like

  6. Cepatlah pulangf ke Medan. ngapain juga jadi seje mak london terus di kampung si Elizabeth tu…
    Elizabeth kabanjahe masih banyak nya wak.hehehe

    oya, aku tambahin lagi Joke Bang Syamsul:

    Asal dia udah bertemu kita kita adek adek binaannya, dia akan selalu bilang:

    “Aku”, “Tidughr pun,,Semua Bisa Ku atughr”

    hehehe

    Kalau ditanya kenapa dia bisa dapat Kak Bibi yang Cantik itu, dia bilang>>>

    “Ya iyala”
    “Apa Tak Iya”
    “Waktu Aku melamar Kakak kalian ini, akau PAkai Doa Nabi Yusuf”
    “Sughr dia ama Aku, diterima terima nya aja aku”

    “Minggu depan pas aku datang ama Abah ku (Dt Hasan Perak, salah seorang pejuang dan telik sandi yang tak pernah mau disebut namanya dalam perjuangan Medan Area),
    Untuk menikahinya, eee malah Kakak kalian itu meronta ronta, berteriak teriak”

    “Bukan itu”
    “Bukan yang itu Syamsul Arifin yang melamar minggu semalam”

    “Tapi Macam mana lah lagi, terpaksa ia kawin ama abang kau yang bughruuk ini”
    “Tau kalian kenapa kak bibi kalian meghronta-ghronta?”

    “Aku datang salah doa, Pakae oa Malaikal Maut Mencabut Nyawa!”

    Kami semua selalu ketrawa dibuatnya, lupalah kami kalau ini rapat KNPI udah larut malam.

    Bang Syamsul memang Gus Dur nya Sumatera Utara!

    Jadi ingin menyaksikan bang Syamsul kita ini kalu kampanye, pasti banyak joke joke segarrr.

    Tapi apa daya awak di negeri orang jauh.
    Semoga bisa saksikan kampanye Bang Syamsul di Internet,
    Bung Nirwan, tau siapa pengelola website www2.syamsul-arifin.com?

    Kalau ada akses minta naikkan lah rekaman debat di Waspada. Kata kawan2 mantan KNPI, kalau kita menonton, kerinduan kalau bang Syamsul pidato di KNPI dulu bisa terobati. Atau kalau nirwan punya co[py nya, jalannya debat di up load doi You Tube aja…Biar dunia menyaksikan.

    Salam
    Horas, Mejua-Juah

    Like

  7. 😀 cantik memang

    soal website itu, aku gak tau siapa yang ngelola. aku aja gak tau kok tiba-tiba blog ini disangkut di sana😀 hahahaha…lumayanlah promosi gratis. padahal, blog ini bukan punya bang syamsul😀

    coba abang kasih komen ke sana. anak-anak suarasumut.com juga mungkin bisa dimintai tolong, dan bisa juga usul itu dikasih ke sana.

    debat waspada kemaren mmg asyik, sayang aku gak ngerekam😦

    Like

  8. saya pengagum bang syamsul arifin
    orangnya menawan
    saya pikir blog diatas aja (www.pilihsyamsul.wordpress.com
    yang memuat berita bang syamsul….
    maju terus bang syamsul (tokoh milik semua aga dan suku)

    Like

  9. @bang nurat… awak pulang ke Medan kok tengah maret nanti… nak cuba mi goreng titi bobrok.
    @nirwan…..kerang bulu mana ni Wan? kerang bulu nibung atau bandar baru?
    di brandan pun ada wan… namanya pasar balok… kerang bulunya segar2 bekuah belemak yang jelas bepekiiiiiiiiikkkk hahahaha.

    Like

  10. @ bang silaban: menulis bang syamsul, belum tentu milih syamsul-gatot, hehehehe😀 . Konon, banyaknya TS Syamsul belum tentu bermakna “TIM SUKSES” tapi malah “TAK SUKA” Syamsul🙂

    @ bang sofiyar: ampun bang…🙂 nanti sy disemprit KPUD n panwaslih😀

    @ bang agam: bepekiiiiikkkkkk …. kayaknya besantan kali ya hihihi … jangan kebanyakan bang, ntar darah tinggi😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s