Shari’ati


Saya tak menduga bila tulisan Shari’ati banyak juga pembacanya. Sungguh senang hati saya melihat respon yang diberikan, baik positif, negatif maupun yang datar-datar saja.

Tulisan itu memang agak panjang. Maklum, dia diambil dari makalah kuliah saya sewaktu diskusi soal Pemikiran Islam. Untuk memerasnya menjadi satu tulisan singkat, saya khawatir dengan kemampuan saya sekarang ini, bobot tulisannya akan menjadi seperti kerupuk pula.🙂

Walau demikian, tulisan ini sendiri sudah diedit semaksimal mungkin dan dibagi menjadi enam tulisan, berdasarkan sub-sub judul dalam makalah itu. Meski dia merupakan satu rangkaian tulisan, sebisa mungkin tiap sub judul itu menjadi tulisan tersendiri.

Walau demikian, sepanjang sepengetahuan saya, pemikiran soal Ali Shari’ati belum terlalu umum diperbincangkan di Sumatera Utara. Dari diskusi dengan teman-teman, ada dugaan bila dikotomi Syiah-Sunni masih terlalu kuat, terutama di IAIN.

IAIN Sumatera Utara (ini satu-satunya IAIN yang belum punya nama –seperti IAIN Kalijaga, IAIN Syarif Hidayatullah dan seterusnya- kecuali didasarkan atas nama daerah tempat berdirinya), punya ciri khas tersendiri, yaitu pemikiran tradisional klasik.

Anda jangan buru-buru dulu beranggapan bila tradisional yang dimaksud adalah “yang kolot-kolot, kampungan” dan seterusnya. Walau memang, masih ada juga intelektual Islam di sini yang masih kolot dan berpikiran sempit.

Yang menjadi keunggulan terutama adalah pasokan buku-buku klasik Islam yang tersimpan di tiga perpustakaan, yaitu perpustakaan Kampus Induk (S-1), perpustakaan Pascasarjana dan perpustakaan MUI Sumut. IAIN memang sangat terbantu dengan koleksi MUI. Dan konon, perpustakaan MUI ini mempunyai koleksi buku-buku klasik terlengkap di seluruh Indonesia. Saya kurang tahu itu, tapi begitulah desas-desus yang saya dengar.

Balik lagi ke Shariati, bagi Anda yang ingin membacanya, silahkan rujuk di Rubrik ISLAM dalam blog ini. :)

Atau untuk lebih mempermudah, silahkan klik link yang di bawah ini:
Shariati 1
Shariati 2
Shariati 3
Shariati 4
Shariati 5
Shariati 6

2 thoughts on “Shari’ati

  1. Aloha, apa kabar?
    Saya ini penggemar buku-buku Shariati sejak dari kampus di Unpad dulu. Nah, waktu saya tugas ke Damaskus, Syria, saya menyempatkan diri berziarah ke makam Shariati di belakang makam cucu Nabi, Sayyidah Zaenab.

    Lain hal, salam kenal. Terima kasih sudah mampir ke blog saya.

    Like

  2. kabar baik bang. asyiknya dah jalan-jalan, eh tugas.😀
    blog bang teguh asyik sih. bahkan sebenarnya kita udah link2an😀
    mantap!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s