Sakabato Sedang Cengengesan


senjataSeorang teman saya, fotografer, lagi uring-uringan. “Aku lagi nggak punya senjata, Wan,” katanya. Senjatanya, kamera, sudah tak ditangannya lagi. Tak usah alasannya disebutkan di sini. Tapi ini benar-benar menarik bagi saya: pasukan tanpa senjata.

Sebuah komik yang saya gemari, Samurai X, punya karakter paten, Kenshin Himura. Senjata andalannya, pedang sakabato. Pedang ini merupakan pedang legenda dan hanya dibikin kepada orang-orang tertentu saja. Karena Kenshin dijuluki sebagai Battosai alias pembunuh nomor satu, dia pun berhak memiliki pedang itu.

Tapi, Sakabato ini punya mata pedang terbalik: mata pedang yang tajam letaknya di bawah. Ini karena si pembuat pedang, yang sudah lelah melihat pertumpahan darah karena pedang, mengetahui niat Kenshin yang ingin tobat. Dia tahu, seorang samurai tak akan bisa berjalan tanpa pedangnya. Pedang merupakan hidupnya.

Kenshin bukan tak menguasai ilmu beladiri tangan kosong. Tapi ia merasa canggung. Suatu hari, pedang itu dibawa–tanpa sepengetahuan Kenshin-anak muridnya. Padahal waktu itu, Kenshin harus bertarung dengan seorang jago pedang. Ia pun nyaris kalah. Untunglah, di saat-saat akhir, pedangnya akhirnya kembali padanya. Dia pun menang.

Seseorang tak bisa hidup tanpa senjata. Bahkan ahli bela diri tangan kosong, punya ajian tertentu sebagai senjata andalannya. Senjata dikodrati sebagai subjek kedua dari diri manusia. Dalam dataran zat, ia berdiri sendiri, tapi dalam ranah gerak, ia tergantung dengan si empunya.

Senjata dalam politik juga begitu. Bila ditarik ke persoalan Sumatera Utara, kebetulan yang sedang marak adalah soal pilgubsu 2008, maka senjata seorang balon gubsu hingga saat ini belum diperlihatkan.

Yang terang-terangan memperlihatkan senjatanya adalah Ali Umri, walikota Binjai yang maju dalam bursa balon gubsu dari Partai Golkar. Ia benar-benar memperlakukan partainya sebagai salah satu senjata utamanya. Penggeraknya adalah kekuasaan.

Dari sisi politik, senjata ini ampuh. Partai Golkar merupakan mesin partai yang paling dinamis saat ini. Jaringannya luar biasa, menyamai kemampuan jaringan departemen dalam negeri dan militer. Namun, kelemahan senjata khas Umri ini cukup kelihatan: refresifitas penggunaannya. Ia tampak cukup yakin dengan konsep Machiavelli.

Di dataran riil pilgubsu ini, senjata ini bakal cukup lemah. Itu karena tabiat refresif itu adalah eksklusifitas. Artinya, bila seseorang cenderung memakai jalur kekerasan politik, maka orang tersebut akan langsung tinggal di sebuah menara gading yang tinggi. Ia jauh dari persoalan rakyatnya dan bangunan kekuasaanya pun tidak ditopang kekuatan riil tapi kosong melompong. Pseudo demokrasi alias demokrasi semu dan berpura-pura akan membuat orang bertipe begini mudah terlena.

machiavelli Kesakitan terbesar yang menjadi konsekuensinya adalah post power syndrom. Ini gejala psikologis yang luar biasa. Bahkan Soeharto yang politisi ulung itu, harus takluk oleh penyakit ini. Karena itu, kekuasaan refresif cenderung menjadi bumerang.

Nah, orang yang langsung menunjukkan senjatanya –seperti Umri- pun terlihat lucu. Bayangkan seperti seorang anak kecil, yang ketika dilawani oleh para orang tua, dia bilang begini, “Awas ya, aku punya pedang ni.” Ya, para orang tua bakal cengengesan sembari berpura-pura ketakutan.

Karena itu, takutlah pada orang yang tak serta-merta mengeluarkan senjatanya. Orang yang berniat maju ke medan perang, pasti sudah punya senjata. Strategi tak perlu diumbar, senjata tak perlu diungkap.

Seperti kawan saya itu, ketika senjatanya hilang, ia pun uring-uringan.

* * *

foto:

1. http://www.sworddemon.com/ProductImages/sword_demon/main/Rurouni_main01.jpg

2. http://www.esoteric.msu.edu/VolumeVII/Images/machiavelli.jpg 

6 thoughts on “Sakabato Sedang Cengengesan

  1. Mas membingungkan kok pake’ GOLKAR Segala.Apa Arti Golkar itu Soal nya Saya baru pindah dari Planet Venus. Soal nya dekat dengan bumi.saya bisa bhs indonesia karena Saya punya teman penterjemah bahasa.mohon sgr di blz cceeepppeetaannn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Ini Bahasa Asli saya Apakah Anda paham?????

    Ini Artiya Mas ganteng DEH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Like

  2. @ zami dan Izam: kadang sy juga bingung juga baca tulisan sendiri hehehe😀 Golkar tentu maksudnya golongan karya. Di Sumatera Utara, Ketuanya sekarang Ali Umri. mungkin itu ya maksud pertanyaannya … soalnya sy juga br belajar bahasa Indonesia …🙂

    tapi klo yg terakhir itu, soal ngganteng itu, saya ngerti kali la….hahaha😀

    Like

  3. apa abang nggak bingung juga klo kehilangan pena sebagai senjatamu……….?
    tapi aku kira sekarang ya nggak bingung kan dah ada komputer yg bikin otak juga muter-muter mikir masalah apa ya yg harus diangkat ? gosip apa ya yg bikin
    rame ? biasanya wartawan pandai dan cakap membawa-bawa berita yg bikin orang gregetan …….
    ya mudah-mudahan suamiku besok bukan seorang wartawan ..hahahhaahaa
    pena nya itu lo ..? menakutkan hyiiiiiiiii…..

    itu kan kl dibaca orang … hahahahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s