Amien Maafkan Soeharto


Kita sudah lupa bahwa hukuman bukanlah segala-segalanya. Qishash atau hukum pembalasan bukanlah titik piramida tertinggi.

Soeharto, adalah pesakitan. Baik dalam pengertian seorang yang sedang dibidik kasus hukum, juga dalam arti dia sedang sakit dan hendak pula sakratul maut.

Seoharto jelas bersalah ketika dia memerintahkan -melalui senyumnya yang dingin itu- untuk melenyapkan dan membinasakan orang, kelompok, organisasi hingga partai politik yang tak sejalan dengannya.

Soeharto jelas bersalah ketika ribuan orang mati mengenaskan dalam kasus-kasus perlawanan terhadap otoritarianisme kekuasaan.

Soeharto jelas bersalah sewaktu ia membudayakan ilmu korupsi di negeri nan kaya raya ini. Dialah pucuk pemerintahan, pucuk kekuatan sosial politik, pucuk militerisme dan pucuk tonggak kebudayaan yang koruptif dan manipulatif.

Soeharto jelas bersalah ketika rakyat Indonesia tertidur pulas dalam kebodohan dan kemiskinannya.

Tapi, itulah mengapa memberi maaf jauh lebih sulit dari meminta maaf. Jauh lebih sulit dan sungguhlah sulit. Mengikhlaskan jauh lebih berduri daripada meraih.

Amien Rais memaafkan Soeharto. Ia membawa pesan yang menyentak dan menyentuh. Dan pesan itu, sudah dilakukan Rasulullah Muhammad, ribuan tahun lampau!

Advertisements

8 Comments Add yours

  1. aishaa says:

    ya..kalo memaafkan jauh lebih baik…napa gak kita maafkan aja soeharto…
    kalo kamu gimana???

    Like

  2. deethalsya says:

    iya tuh.. maafin aja deh…
    tp uang-a dibalikin ke rakyat dunk.. 😎

    Like

  3. nirwan says:

    @ aishaa: diikhlaskan dia bukan krn tak berguna lagi. Mudah2an bs besar jiwa dan lapang dada kita memaafkannya. 🙂

    @ deethalsya: setuju…! tp biasanya dikorupsi lg sm panitianya tuh 😀

    Like

  4. Backtea2007 says:

    Eeem….idem dito ama pernyataan My Big Boss Amien Rais….memaafkan lebih mulia daripada menghujat……BTW, Nirwan…salam kenal dari aku..Thanks

    Like

  5. nirwan says:

    @ back tea: salam kenal juga…addressnya dimana ya..biar bs saling mengunjungi

    Like

  6. fayza says:

    sekarang beliau telah wafat, sudah sepantasnya dimaafkan segala salahnya. kita juga manusia yang tak luput dari salah.

    Like

  7. LOliPop says:

    yap betul,,,, yang sudah ya sudahlah,,,,

    kita seharusnya patut bangga akan adanya bapak pembangunan,,,,,

    dan silahkan menikmati hasil yang anda rasakan sekarng,,,,

    Thx

    Like

  8. nirwan says:

    salam

    @ fayza: memaafkan jauh lebih luhur dari kesombongan ego ya 😀

    @ LOliPop: benar itu. dan memaafkan bukan berarti kita kehilangan daya kritis 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s