Hosseini: AS Harus Rasional


Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Sayyid Muhammad Ali Hosseini, mengimbau Amerika Serikat (AS) untuk menepati janjinya terhadap Irak dan komitmen dalam mewujudkan stabilitas dan keamanan negara tersebut.

Kantor Berita IRNA melaporkan, Hosseini dalam konferensi pers mingguannya mengatakan, AS harus menghindari sikap sia-sia dan tidak efektif serta lebih rasional dan lapang dada menerima fakta. Hosseini juga menilai pernyataan para pejabat AS menyangkut langkah konstruktif Iran dalam membantu pemerintah dan bangsa Irak, sarat unsur propvokatif. Dikatakannya, Iran selalu menekankan bahwa keamanan Irak berkaitan erat dengan Iran dan sebab itu Tehran tetap memprioritaskan bantuan yang mendukung kepentingan kedua negara.

Sementara soal statemen Rusia terkait pengiriman bahan bakar untuk instalasi nuklir Bushehr dan penekanan terhadap penangguhan program pengayaan uranium, Hosseini mengatakan, masalah syarat penangguhan program pengayaan uranium sudah kadaluarsa dan Iran perlu mengambil kebijakan baru berdasarkan fakta baru di lapangan dalam melanjutkan program nuklir sipilnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, bahan bakar yang diproduksi di instalasi nuklir Natanz telah dikhususkan untuk proyek nuklir Iran dalam 20 tahun mendatang.

Menyinggung draf resolusi Kanada soal pelanggaran Hak Asasi Manusia di Iran, Hosseini menilainya infaktual dan tidak adil. Draf resolusi itu disusun berdasarkan tujuan-tujuan politik yang kemudian diserahkan kepada para wakil AS di PBB untuk merepresi Republik Islam Iran. Tidak hanya itu, draf resolusi tersebut tidak mendapat dukungan dari duapertiga negara anggota PBB. Hal ini menurutnya merupakan bukti bahwa isi draf tersebut tidak relevan.

Di bagian lain pernyataannya, Hosseini menyinggung surat yang dilayangkan para anggota Kongres AS kepada Presiden George W. Bush, agar segera mengadakan dialog langsung tanpa prasyarat dengan Iran. Dalam hal ini Hosseini mengatakan, meski hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari Gedung Putih, namun kebijakan Republik Islam Iran sangat jelas, bahwa Tehran mendukung perundingan tanpa prasyarat dan dengan tetap menjaga asas penghormatan timbal-balik. Iran berulangkali menyatakan bahwa penyelesaian masalah dan krisis global saat ini menuntut rasionalisme dan upaya menghindari unilateralisme serta permusuhan. (*)

* * *

sumber: http://www2.irib.ir/worldservice/melayuRADIO/  (25/12/07)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s