Ali Shari’ati dan Tugas Cendekiawan Muslim (6/Habis)


Sebuah Indonesia sebagai Kesimpulan
Indonesia lain dengan Iran, tapi Indonesia juga sama dengan Iran. Iran tidak seperti Indonesia yang beraneka ragam bentuknya, tapi Indonesia juga sama Iran dalam Islamnya. Bukan dalam perbedaan sunni dan syi’ah-nya tapi dari persamaan bahwa Islam sama tertindasnya seperti zaman pra revolusi Iran.

Manusia Indonesia adalah makhluk yang tidak punya harga diri dan kemauan bebas, ketika para ulamanya menjadi corong dari kepentingan penguasa. Ketika manusia Indonesia tidak mempunyai jiwa pengorbanan dan memakan sesamanya seperti diktum Thomas Hobbes. Indonesia bukanlah liberalis dan fundamentalis, karena manusia Indonesia tidak bebas pikirannya dan tidak mempunyai akar perjuangan yang mau mengorbankan dirinya untuk kepentingan sosialnya.

Manusia Indonesia adalah keturunan paling sah dari Qabil ketika ia memakan dan menyunat dana-dana bantuan untuk para korban bencana alam, menyunat gaji-gaji pegawai negeri, mengkorup dana untuk orang-orang miskin dan anak-anak yatim. Manusia Inodnesia bukanlah manusia ketika membiarkan dirinya minum dari air yang dikeluarkan bumi Allah yang disedot oleh perusahaan-perusahaan asing dalam bentuk-bentuk kemasan yang harus dibayar.

Kuantitas muslim di Indonesia bukanlah muslim dalam pengertian muslim yang sebenarnya. Muslim yang sebenarnya, menurut Shari’ati, adalah orang-orang yang mau bekerja untuk kepentingan masyarakat umum yang rela tidak disuap oleh dana-dana penelitian kapitalis hanya demi prestise dan kebanggaan semata. Muslim menurut Shari’ati adalah orang yang mengatakan kebenaran walau ia tahu resiko menentang kebenaran itu adalah kematian bagi dirinya. Muslim adalah orang tidak berapologi dengan kelemahannya. Muslim adalah orang-orang yang berjuang bangkit untuk menghempaskan kelemahannya ke depan muka-muka para musuhnya.

Ketika muslim berkompromi pada kekuasaannya dan kemudian berapologi dengan kelemahannya, maka sudah pasti ia masuk dalam kungkungan tiga wajah seperti yang diungkap Shari’ati: Emas, Kekuasaan, dan Agama.

Menurut Amien Rais, dalam pengantarnya di buku Tugas Cendekiawan Muslim ini, muslim hanya akan memiliki makna dan fungsi bila mereka selalu berada di tengah-tengah massa rakyat; menerangi massa, membimbing massa dan bersama-sama massa melakukan pembaharuan ke arah kehidupan yang lebih baik, lebih Islami.

Muslim adalah orang yang tidak berkelahi dengan saudaranya hanya karena sesuap nasi. Hadits rasulullah mengatakan, “Tidak dikatakan beriman sebelum ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.”

Sekali lagi, muslim bukanlah syi’ah atau sunni. Muslim adalah orang mencari kebenaran sejati. Wallahua’lam.

= = =

REFERENSI

Primer:
Shariati, Ali. Tugas Cendekiawan Muslim, cetakan keempat, Jakarta: Raja Grafindo Perkasa, 1994.

Sekunder:
Rakhmat, Jalaluddin. Islam Alternatif, cetakan IX. Bandung: Mizan, 1998.
Mutahhari, Murthada. Perspektif Alquran tentang Manusia dan Agama, cetakan VIII, Bandung: Mizan, 1995.

Situs :
http://media.isnet.org/hussein
http://www.angelfire.com/az/rescon/ALSHAR.html
http://ressay.wordpress.com/2007/01/05/ikatan-jamaah-ahlulbait-indonesia-ijabi-sebagai-gerakan-sosial-keagamaan/
http://www.ijabiyogya.tripod.com
http://indonesian.irib.ir/POLITIK/2006/januari06/revolusi_islam.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_Shariati
http://www.harunyahya.com./indo/buku/fasisme_2
http://filsafatkita.f2g.net/str6.htm

* Tulisan ini merupakan tafsiran singkat atas buku Dr. Ali Shariati berjudul “Tugas Cendekiawan Muslim” yang diterjemahkan oleh Dr. Amien Rais. Sebelumnya digunakan sebagai dasar bahan diskusi saya di kuliah Sejarah Pemikiran Islam. Di situs ini, saya membaginya menjadi enam tulisan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s