Sekdapropsu: Anggaran Sumut Kurang


Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut masih dirasa kurang oleh Pemerintah Propinsi. Akibatnya, dana pembangunan pun tak cukup. Hal itu ditegaskan oleh Sekdapropsu, Drs H Muhyan Tambuse.

crruption
“Walaupun kapasitas fiskal (pendapatan) setiap tahunnya terus meningkat, namun peningkatan itu belum mampu mengejar kenaikan kebutuhan fiskal (belanja daerah),” jelas Muhyan ketika ditanya gambaran kebutuhan fiskal Sumut pada struktur Perubahan APBD (PAPBD) Sumut 2007 yang sedang tahap evaluasi di Depdagri, Sabtu (15/12).

Muhyan mengindikasikan, belum sejajarnya kebutuhan anggaran membiayai kebutuhan fiskal untuk memenuhi tuntutan pembangunan dan dinamika belanja pelayanan publik, terlihat dari usul anggaran yang disampaikan unit kerja jauh lebih besar dibanding alokasi yang diakomodir pada APBD Sumut.

Setelah melalui penggodokan selektif berdasarkan skala prioritas urusan wajib, lanjutnya, pertambahan keperluan belanja pada PAPBD 2007 dengan kenaikan Rp 108,529 miliar yakni dari Rp 2,627 triliun pada APBD Induk menjadi Rp 2,736 triliun pada PAPBD 2007 atau naik sekitar 4%. Namun dibanding kapasitas fiskal masih kekurangan sekitar Rp14,608 miliar.

“Untuk menutupi kekurangan dimaksud diambil dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu yang pada PAPBD 2007 dialokasikan Rp 289,362 miliar sesuai dengan hasil perhitungan APBD tahun 2006,” jelasnya.

Dijelaskan, alokasi belanja daerah tersebut terdiri dari belanja tidak langsung Rp 1,414 triliun atau bertambah Rp 76,385 miliar dari APBD Induk Rp 1,338 triliun serta belanja langsung sebesar Rp 1,321 triliun yang mengalami pertambahan sebesar Rp 32,143 miliar dari APBD Induk sebesar Rp1,289 triliun.

Belanja tidak langsung didominasi untuk bagi hasil kepada kabupaten/kota dan desa Rp 554,537 miliar, belanja pegawai Rp 419 miliar, belanja bantuan sosial Rp 207,462 miliar serta bantuan keuangan kepada kabupaten/ kota dan pemerintahan desa Rp 192,098 miliar.

Pada sektor belanja langsung didominasi belanja barang dan jasa serta belanja modal untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada publik yang secara umum diarahkan kepada 18 urusan wajib provinsi dan lima urusan pilihan, masing-masing belanja barang dan jasa Rp 407,215 miliar dan belanja modal Rp 784,348 miliar atau mengalami pertambahan Rp 45,796 miliar dari APBD Induk sebesar Rp738,55 miliar atau naik 6 persen.

Peningkatan belanja langsung juga antara lain dialokasikan untuk mendukung kegiatan persiapan pelaksanaan Pemilu Gubsu dan Wagubsu yang juga secara umum akan dialokasikan pada APBD 2008 antara lain pada unit kerja Kesbanglinmas dan Sekretariat Provinsi Sumut.

* * *
sumber: waspadaonline.com (16/12/07)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s