Urusan Sawit Muhammadiyah, “Bahdin Family” Gusur PCM Barus


Sibolga-Awalnya, sebagai salah satu unit usaha Muhammadiyah, maka Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Barus ikut menikmati hasil kebun sawit Muhammadiyah yang Sumut yang terletak di Sosor Gadong, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Namun, hasil itu diperoleh bukan tanpa keringat. Keterlibatan mereka, di antaranya, dalam proses pengangkutan dan penjualan sawit.

Menurut salah seorang fungsionaris PCM Barus, keadaan tersebut berlangsung sejak tahun 2002 hingga pengelolaan kebun diserahkan kepada pengawas mengaku bernama Hendri.

Belakangan, merebak informasi, kebun kelapa sawit itu telah menjadi milik pribadi Bahdin. Informasi ini kemudian diperkuat dengan tidak adanya lagi plank merek UMSU di lokasi kebun. Begitu juga dalam pengelolaan kebun, kini PCM Barus tidak lagi dilibatkan.

Sementara, di saat UMSU dipimpin Chairuman Pasaribu, arus bantuan uang dari hasil kebun sawit untuk kepentingan Muhammadiyah itu masih berjalan lancar. Namun, setelah tahun 2003 kontribusi itu menjadi hilang sama sekali.

Tidak heran bila masalah ini dipertanyakan peserta Musyawarah Wilayah (Muswil) Muhammadiyah XI di Pematangsiantar. Namun, karena pertimbangan jasa baik Chairuman, kasus ini pun tenggelam di tengah Muswil PWM Sumut.

Digugat
Sebelumnya, warga Muhammadiyah sudah menyerahkan kuasa hukum kepada Law Office Syafaruddin untuk menggugat aset-aset Muhammadiyah yang selama ini diduga telah banyak diselewengkan. Bahkan, kuasa hukum itu sudah resmi diserahkan melalui Alfahmi Khairi Manurung SH pekan lalu.

“Ya, kami sudah menyerahkan kuasa hukum kepada Law Office Syafaruddin melalui Alfahmi Khairi Manurung SH. Ini kami lakukan demi penyelamatan aset Muhammadiyah,” tegas Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiah Sumut Salmi Abbas, usai menyerahkan surat kuasa mereka, pekan lalu. (*)

5 thoughts on “Urusan Sawit Muhammadiyah, “Bahdin Family” Gusur PCM Barus

  1. Jadi siapa yang sekarang kecolongan? UMSU, Muhammadiyah Sumut, Atau PP Muhammadiyah?

    Tapi apa benar “si Raja Minyak” dari kebun sawit tersebut cuma Bahdin satu-satunya?

    Jangan-jangan ada juga yang jadi “Permaisuri Minyak” dan “pangeran Minyaknya”… Hey…hey…siapa dia?

    Like

  2. makanya kalo pilih pimpinan itu jangan dari keluarga miskin, tiba2 dikasih jabatan dan kepercayaan memimpin ehhh lupa daratan seperti putra barus itu BNT

    Like

  3. sungguh sangat disayangkan sekali prilaku yang seperti ini,ingat motto pemuda muhammadiyah?pastabiqul khairat,berlomba lombalah mencari kebaikan,ehhhhh kok malah kelicikan yang dicari?jangan menari nari diatas penderitaan orang lain,masyarakat barus umumnya warga muhammadiyah masih banyak yang ingin dikembangkan,misalnya bidang pendidikan dan kesehatan,selama ini muhammadiyah hanya terfokus pada pendidikan dibarus tapi untuk kesehatan belum terjamah sama sekali.jadi gimana untukmengembangkannnya ini?eh…aset muhammdiyah ajapun lewong astghafirullah………..ternyata keimanan anda sangat tipis,berarti anda selama ini bukan bergaul dikalangan muhammadiyah, dimana muhammadiyah yang terkenal dengan kefanatikannya dari berbagai hal terutama dalam kajian islam,atau selama ini anda bergaul pada kalangan preman?atau anda selalu dikawal dengan algojo algojo anda?kalau anda hanya mengandalkan kekuatan dan politik anda jangan bergaul pada tubuh muhammadiyah,muhammadiyah itu merupakan organisasi yang suci bagi pribadi saya.jadi anda jangan sekali kali mengotori muhammadiyah dengan tangan anda!saya putra barus sangat prihatin mendengar berita ini,kalau anda memang tidak berbuat?kenapa sekian lama anda tidak pernah memberikan bantuan pada pihak muhammadiyah yang dibarus?pada hal anda sendiri kelahiran tempat aset yang anda ambil,sungguh sangat disayangkan.
    kepada seluruh pimpinan muhammadiyah baik cabang maupun Daerah,wilayah,jangan sekali kali memperkaya diri sendiri dari aset muhammadiyah kita yang tercinta ini kualat kalian,mari kita perkaya muhammadiyah kita ini dengan beramal,bukankah kita sering berkata” beramal”janagan jadi pencuri,wallahu a’lam.
    dari putra barus

    Like

  4. emang ada yah muhammadiyah di Barus??? Islamnya aja terbelakang… ko ada muhammadiyahnya

    Barus merupakan pintu masuk pertama Islam di Indonesia… Muhammadiyah ada di sana. Soal terbelakang atau tidak atau soal apakah orang Muhammadiyah di sana masih berjiwa Muhammadiyah atau tidak, perlu diperdebatkan.🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s