Putin Jagokan Dmitry Medvedev Penggantinya


Moskow-Presiden Rusia Vladimir Putin menjagokan Deputi Pertama Perdana Menteri Dmitry Medvedev sebagai kandidat penggantinya setelah ia lengserr tahun depan. Demikian semalam dilaporkan kantor-kantor berita.

Putin dan Medvedev“Saya mendukung penuh pencalonannya,” kata Putin di Moskow, sebagaimana dikutip Interfax setelah empat partai, yang dipimpin Rusia Bersatu, menunjuk Medvedev.

“Sejauh ini pencalonan (Medvedev) menjadi perhatian, saya sudah lama dekat dengannya selama 17 tahun dan saya sangat mendukung kandidat ini,” ujar Putin lagi. Pemilu presiden digelar 2 Maret tahun depan.

Menang Telak
Seperti diduga sebelumnya, partainya Presiden Vladimir Putin menang telak dalam pemilihan umum parlemen Rusia yang digelar Ahad lalu. Hingga semalam, dengan 98 persen suara yang telah dihitung, partai United Russia digawangi Putin sudah menangguk 64,1 persen suara.

Menurut Komisi Pusat Pemilihan (CEC) Rusia, hasil tersebut memberi partai tersebut mayoritas secara konstitusional lebih dari dua pertiga kursi di dewan perwakilan, Duma.

Partai Komunis tertinggal jauh dengan raihan 11,6 persen. Dua partai lainnya yang pro-Kremlin -partai ultranasionalis LDPR dan partai berhaulan kiri tengah, A Just Russia- menyabet 8,2 persen dan 7,8 persen.

“Legitimasi parlemen Rusia tanpa ragu telah meningkat,” sambut Putin dengan wajah cerah kepada wartawan setelah mengunjungi pusat riset antariksa di Moskow kemarin.

“Jelas sekali bahwa rakyat Rusia tak bakal membiarkan negeri mereka jatuh dalam jalur destruktif sebagaimana negeri pecahan bekas Soviet,” ujar Putin lagi merujuk kepada revolusi populer pro Barat yang terjadi di Georgia, Kyrgystan dan Ukraina.

Ribuan anggota gerakan muda Kremlin, Nashi langsung bersorak dengan pawai di pusat Moskow. Hampir 10 ribu demonstran menenteng aneka plakat diantaranay bertuliskan “Kemenangan Milik Kami” dan “Para Pengkhianat Tak Bakal Berkuasa”.

“Kami merayakan kemenangan dan kami ingin membela kota kami sebab semua unsur provokasi diduga dari The Other Russia yang ingin mendeklarasikan pemilu cacat,” kata Daria Kuleshova, 20 tahun, anggota Nashi.

Namun ketidakpuasan dan tudingan kecurangan kadung meruyak. Kubu komunis, seperti halnya partai-partai liberal yang gagal mencapai batas threshold 7 persen buat meraih kursi parlemen, mengatakan pemilu kali ini salah satu paling curang dalam sejarah Rusia dan menyerukan protes.

Dari Brussels, Komisi Uni Eropa menolak memberi penilaian karena tengah sibuk menganalisa laporan-laporan dari sumber lain. Tanggapan Uni Eropa itu menyusul pernyataan oleh Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE) bahwa pemilu parlemen Rusia gagal memenuhi standar yang bisa diterima.

“Pemilu itu gagal memenuhi sejumlah komitmen dan standar yang kami punya di OSCE dan Dewan Eropa,” kata Goran Lennmarker, Kepala Majelis Parlementer OSCE yang mengawasi pemilu tersebut.

Kecaman pedas datang dari Garry Kasparow, bekas juara catur yang bergabung dalam gerakan The Other Russia. Menurutnya pemilu kali ini paling kotor dalam sejarah modern Rusia.

Tak aneh bila hasil pemilu memberi Putin hampir kendali sepenuhnya atas parlemen. Kemungkinan para kandidat pro Barat tersingkir, bahkan tak mungkin kembali.

“Saya cemas mereka telah habis,” kata Masha Lipman dari lembaga kajian Moscow Carnegie Centre kemarin. “Oposisi (Rusia) telah mati.”

* * *
Sumber: AFP/BBC/tempointeraktif/ dwi arjanto (4-11/12/07)

foto: http://www.telegraph.co.uk/news/graphics/2007/12/10/wputin320.jpg 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s