Manipulasi Hasil Survey Pilgubsu, Kredibilitas Pusdeham Diragukan


Medan-Lembaga Pusat Studi Demokrasi dan HAM (Pusdeham) benar-benar kena getahnya di Medan. Lembaga penelitian yang ditunjuk oleh DPP PAN untuk mensurvey bakal calon gubsu di Sumatera Utara itu dituding melakukan manipulasi sehingga kredibilitasnya diragukan. Pasalnya, survey yang menempatkan Ali Umry di posisi pertama tersebut dinilai sudah direkayasa dan menggusur nama Chairuman Harahap yang seharusnya menempati posisi teratas.

Wakil Sekretaris DPW PAN Sumut, Suhandi, menyatakan hal tersebut kepada wartawan di Medan, Kamis [13/12] lalu.

Terbongkarnya konspirasi menjatuhkan posisi Chairuman dan mengangkat posisi Ali Umry ini merupakan buntut dari rivalitas kubu Kamaluddin Harahap dan Ibrahim Sakty Batubara setelah bertarung dalam rapat pleno DPW PAN Sumut pada Senin (10/12) lalu. Seperti diberitakan, kubu Ibrahim di atas angin ketika jagoannya, Syamsul Arifin menang dan mengalahkan Ali Umry yang didukung kubu Kamaluddin.

Hasil survey yang menempatkan Ali Umri di urutan atas, dikatakan oleh Suhandi, sudah dimanipulasi oleh Pusdeham. “Kami tahu bahwa Ali Umri hanya menempati urutan keempat, sementara yang nomor satu berdasarkan survei adalah Chairuman Harahap. Tapi, kemudian hasilnya bisa berubah seketika,” ujarnya.

Ia bahkan menyarankan agar Kamaluddin dewasa dalam berpolitik. “Berpolitiklah dengan santun, jangan hanya memaksakan kehendak,” katanya.

Kalau mau jujur, menurut Suhadi, sesungguhnya yang melakukan konspirasi dan politisasi itu adalah Kamaludin sendiri. Hal itu bisa dibuktikan, ketika pada beberapa momen Kamaludin sudah berkoar-koar bahwa dirinya mendukung Ali Umri, dan begitu pula sebaliknya. “Padahal pada saat itu belum ada keputusan untuk menentukan siapa calon yang akan diusung. Bahkan dengan tanpa malu dia menyatakan bahwa Ali Umri merupakan calon yang paling diinginkan masyarakat berdasarkan survei,” katanya. (*)

7 thoughts on “Manipulasi Hasil Survey Pilgubsu, Kredibilitas Pusdeham Diragukan

  1. Jadi Pusdeham itu dibayar Ali Umri juga? Ah sayang sekali para goblok Surabaya ini. Kalau saja Bung Tomo masih hidup, pasti digampar semua awak Pusdeham itu. Apa kata Kamaluddin sang Ketua (eh mantan Ketua) PAN? Masihkah ia merasa menjadi komoditi politik yang bernilai untuk Ali Umri? Waduh, Kamaluddin kok gak berhitung cermat ya. Turun dari jabatan prestisius, tak jadi pula calon wagubsu. Kemana lagi muka ditaro? Para pembangkang pasti sudah siap menenggelamkan nasibmu, kawan.

    Tetapi PAN itu harus cerdas. Jangan seperti tak punya harga diri sampai-sampai ikut rombongan Ali Umri ber-umroh politik. Dari segi itu memang pantaslah Kamaluddin dihukum, begitu juga Subandi. Duet diktator ini tak punya tempat di Partai reformasi. Lebih cocok lari ke Golkar saja, mana tahu Ali Umri bisa berbaik hati kepada kalian berdua. Berharap sajalah.

    Wahai kader-kader PAN, saatnya nanti terimalah kenyataan menjadi partai lokal. Alasannya ada di sini. Mau mereformasi negeri tetapi ikut menjadi makmum setia Golkar. Mau diterima di kalangan religius, tetapi tak bisa menginternalisasi bahasa dan perilaku religius seperti rivalmu politisi PKS. Mau ngamuk sama PMB yang merebut kursi-kursimu dari basis Muhammadiyah, tak ada alasan karena selama ini pun PAN tak punya kepedulian terhadap Muhammadiyah.

    Tak mungkin Al-washliyah masuk PAN, karena mereka sekarang sudah lebih cerdas memilih keberuntungan. Maka itu mereka banyak di Demokrat, meski tadinya bercokol di partai Islam. Jadi PAN akan menjadi partai lokal. Siap-siap. Siap-siap.

    Like

  2. Kalau cuma membayar lmbaga survey sih kecil buat ALI UMRI…buat KAMALUDIN itulah akibat di suap dengan uang tak halal alias uang KORUP…akibatnya allah murka.wahai bung ALI UMRI semua sdh anda bawa ber umroh politik,kpn giliran preman-preman yg anda bawa umroh???biar mreka TAUBAT kok ini malah di ajarin dan di suruh merusak BALEHO DAN ATRIBUT PARA KANDIDAT LAIN .Atau PAN di ganti aja deh kepanjangannya jadi PARTAI ANAK NAKAL

    PUSDEHAM = PAKE UANG SAJA DEH AMAN

    Like

  3. Berfikirlah bijak,tak ada yang salah di PAN sebagai partai yang bawa amanah nasional reformasi,mendeskriditkan PAN,tidaklah adil,melihat cita-cita dan apa yang telah dilakukan PAN u bangsa ini…Baru 2 pemilu PAN berpartisipasi…ekspektasi masyarakat pada PAN yang notabene partai baru terlalu tinggi…PAN sbg partai terbuka masih butuh waktu…PilGubSu hanyalah ulah oknum,yang pada akhirnya percayalah…mereka akan tergerus oleh sistem dlm PAN itu sendiri…Jayalah PAN!!

    Tulisan itu tidak diniatkan untuk mendiskreditkan PAN.🙂

    Like

  4. dasar politisi kampungan semuax,,ngomongx serba ngawur,,kok bisa jadi politisi PAN ya??setahu saya kader PAN adalah orang2 yg cerdas,.bikin malu partai aja bang!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s