Warga Muhammadiyah Tuntut Bahdin Nur Tanjung


Medan-Bahdin Nur Tanjung, kini Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), bakal terseret ke pengadilan soal dugaan penyelewengan aset dan korupsi di UMSU. Warga perserikatan Muhammadiyah Sumut ini sudah memberi kuasa hukum kepada Kantor Pengacara Syafaruddin SH MHum dkk, plus data-data mengenai penyelewengan tersebut. Mereka akan menuntut Bahdin Nur Tanjung yang diduga menyelewengkan aset milik umat tersebut.

“Ya, kami sudah menyerahkan kuasa hukum kepada Law Office Syafaruddin melalui Alfahmi Khairi Manurung SH. Ini kami lakukan demi penyelamatan aset Muhammadiyah,” tegas Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiah Sumut, Salmi Abbas, usai menyerahkan surat kuasa mereka, Rabu (12/12) kemarin.

Selain Salmi Abbas, warga Muhammadiyah lain yang turut menandatangani pemberian kuasa hukum itu adalah dua mantan Ketua Pimpinan wilayah (PW) Muhammadiyah Sumut yakni Bachtiar Ibrahim dan Baniyamin Lubis. Kemudian mantan Ketua PW Aisyah Sumut Ratna Bahauddin, Sekretaris PW Aisyah Sumut Nur Rahmah Amini, Ketua Umum IMM Sumut Zulfi Amri dan Sekretaris Amirullah Hidayat, Ketua Umum IRM Sumut Rio Kurniawan dan Sekretaris Dakkal Harahap serta Sekretaris Umum Fokal IMM Sumut Shohibul Anshor Siregar MSi.

Melalui surat kuasa tersebut, Law Office Syafaruddin akan bertindak atas nama warga Muhammadiyah untuk mengajukan tuntutan guna menyelamatkan aset berupa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Selain itu, juga aset berupa 140 hektar tanah di Desa Sosor Godang Kecamatan Barus Kabupaten Tapteng.

Soalnya, kepemilikan tanah milik umat yang kini ditanami kelapa sawit tersebut, telah beralih nama. Sebelumnya, tanah tersebut tercatat sebagai milik UMSU. Tapi kini diduga menjadi milik atas nama Bahdin Nur Tanjung yang kini menjabat Rektor UMSU dan Dekan Fakultas Pertanian UMSU Ir Mhd Buhari Sibuea MSi.

Padahal, lahan seluas 140 hektar di Sosor Gadong itu dibeli oleh PP Muhammadiyah Yogyakarta diwakili oleh mantan Ketua PW Muhammadiyah Sumut Firdaus Nally dan Ali Yacob Matondang. Lahan itu dibeli dalam bentuk 64 surat dari pemilik asal. “Sekarang tanah itu sudah produktif karena ditanami kelapa sawit,” jelas Salmi.

Namun mendadak, katanya, tanah tersebut beralih nama dari milik UMSU menjadi milik Bahdin yang kini mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Sumut dan Buchori Sibuea. Tanah tersebut mereka bagi dengan sistem bagi rata masing-masing mendapatkan 70 hektar. Ini diketahui berdasarkan surat kuasa jual No 5 tanggal 6 Juni 2006 yang diterbitkan oleh Notaris/PPAT Deliserdang Suhrawardi SH SpN yang kini Pembantu Rektor II UMSU.

Dan diperkuat melalui Bank Syariah Mandiri di Medan berdasarkan Akad Kredit sesuai dengan Surat Pemberitahuan Persetujuan Pembiayaan tertanggal 18 April 2005 No 07/353/006 dan No 07/359/006.

“Berdasarkan bukti-bukti itulah, hari ini kami akan mendatangi Bank Syariah Mandiri meminta klarifikasi mereka siapa yang melakukan akad kredit tersebut? Atas persetujuan siapa? Dan siapa yang menandatanganinya? Hal ini untuk menentukan langkah selanjutnya apakah akan membawa kasus ini ke ranah pidana atau perdata,” kata Syafaruddin. (*)

12 thoughts on “Warga Muhammadiyah Tuntut Bahdin Nur Tanjung

  1. kalau memang semua itu benar,,
    kenapa kalian mundur???????????

    hati” lho y9 bwat brita…
    ntar mla dy y9 kna rhasia ilahi….

    Like

  2. itu semua FITNAH……..
    tidak ada yang bEnar dalam erita ini……….

    y9 bwat brita hati” kna RAHASIA ILAHI y…
    atau pun AZAB dari ALLAH SWT…………

    ingat FITNAH ITU LABIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN………….

    ampon..ampon … mbak …🙂 tapi emang sudah pernah datang ke UMSU?🙂

    Like

  3. terkadang manusia tu gk tw diri y…

    nama umsu sekarang besar karna siapa???

    apa karna aisyah atau yg lainnya???

    seharusnya kalian berterima kasih kepada bapak REKTOR UMSU
    karna tanpa dia mungtkin umsu yang sekarang tidak sehebat dan terkenal seperti sekarang ini….

    INGAT TUU
    SADAR

    UMSU sudah besar sejak dulu, sejak pertama kali dibikin. semua unsur muhammadiyah punya peranan penting di amal usaha itu.

    Like

  4. JANGAN ASAL BUAT BERITA,KARENNA SUDAH BANYAK YANG HARUS DIPENJARA KARENA ASAL NGOMONG….
    PA NE ADA HUBUNGANNYA DENGAN PENCALONAN WALIKOTA,SEHINGGA DIBUAT ISU TUK JATUHIN BG BAHDIN..
    JANGAN PERNAH TAKUT BG BAHDIN,KALAU MEMANG NE GA BENAR KAMI JSIAP MEMBELA MU

    berita ini dah lama. tks.

    Like

  5. ah..sayang…! andaikata saja Rektornya yang punya blog ini mungkin aman2saja gak mungkin ada berita macam ini !hihihihhihi
    hati2 ya…jangan sampai masuk kos2an karena pencemaran nama baik !
    menelitinya jangan sefihak lo ? ampooooooooonnn

    Kalau namanya dinilai buruk oleh orang banyak, akan aneh mengatakan pencemaran “nama baik”.😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s