Ali Umry KO di PAN Sumut


Medan- Kans Ali Umri sudah tertutup di Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut. Dalam Rapat Pleno DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut soal penetapan balon gubsu Senin (10/12) malam, Umri kalah dari Herry W Marzuki dan Syamsul Arifin. Umri meraih 78 suara, sementara Marzuki 116 dan Syamsul 96.

Dengan demikian, Marzuki dan Syamsul merupakan dua nama yang dibawa DPW PAN Sumut ke DPP PAN yang punya keputusan mutlak soal penetapan calon gubsu dari PAN. Sementara, posisi Ibrahim Sakty Batubara tetap aman sebagai balon cawagubsu dari PAN. Hal ini sesuai mekanisme penjaringan dan penyaringan calon Gubsu yang berlaku di PAN, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Organisasi (PO) PAN No 11.

Dalam rapat pleno itu, dari 316 hak suara yang berasal dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN, empat suara dinyatakan batal. Sisanya, 312 suara terbagi kepada Herry W Marzuki 116 suara, Syamsul Arifin 92 suara, Ali Umri (yang juga Ketua Golkar Sumut) 78 suara, Chairuman Harahap (Deputi Menteri Polhukam) 16 suara, dan Bahdin Nur Tanjung 10 suara.

Dengan tampilnya Syamsul di posisi kedua, maka terkuburlah niatan Umry untuk “berkendaraan” PAN pada Pemilihan Gubsu (Pilgubsu) 2008.

Sementara, terkait dengan calon Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu), rapat pleno menetapkan kader PAN Sumut yang kini menjadi salah satu Ketua DPP PAN, H Ibrahim Sakty Batubara MAP, sebagai satu-satunya calon Wagubsu dari DPW PAN Sumut yang dibawa ke Jakarta. “Nantinya akan kita paketkan dengan calon Gubsu yang sudah terpilih di rapat pleno ini,” kata Wakil Sekjen DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, di hadapan peserta rapat.

Survei calon Gubsu dan Wagubsu oleh Pusat Studi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (PusdeHAM), lembaga survei yang ditunjuk DPP PAN untuk mengetahui perilaku politik pemilih di Sumut, juga menguatkan hal itu.

Sudah Diprediksi
Kegagalan Ali Umry agaknya tidak terlepas dari penolakan kader PAN terhadapnya, yang sudah diprediksi jauh sebelumnya. Isu hangat yang mencuat di rapat pleno misalnya, antara lain timbul kesan di antara kader bahwa PAN terlalu mudah “disetir” partai lain sehingga mengorbankan roda organisasi partai.

Tak heran, bila dalam rapat pleno yang dipimpin Wakil Sekjen DPP PAN Viva Yoga Mauladi itu, Wakil Ketua DPW PAN Sumut Putrama Al Khairi dengan tegas mengungkapkan bahwa sudah terlalu banyak aturan partai yang “ditabrak” hanya untuk menggolkan calon tertentu.

“Jangan kita mengorbankan demokrasi di organisasi ini hanya untuk kepentingan sesaat,” tegas Putrama yang kemudian disambut gemuruh tepuk tangan peserta rapat.
Namun, hal ini segera di-counter Ketua DPW PAN Sumut, Ir H Kamaluddin Harahap yang menyatakan, mekanisme sudah dilakukan sesuai aturan. “Fokus kita adalah memenangkan Pemilu 2009. Pilkada ini hanya hal kecil!” tegas Kamal.

Faktor lain yang melahirkan sikap penolakan, juga terkait dengan track record (rekam jejak) Umri sendiri. Sebagian di antara kader PAN yang hadir menyaksikan sidang pleno itu banyak memperbincangkan track record Ali Umri seperti dari segi kinerja selama memimpin Kota Binjai dan terutama dari aspek ketokohannya. (*)

6 thoughts on “Ali Umry KO di PAN Sumut

  1. kalau kita lihat secara garis besar, kekalahan ali umri mungkin sangat mengejutkan pihak ali umri dan pihak dpw pan yang sudah merapat sejaka awal kepada ali umri akan tetapi jika kita perhatikan kita menyadari bahwa pan itu bukan hanya milik ketua umum atau pimpinan wilayah yang mungkin sudah membuat bergening dengan pihak ali umri tapi pan itu milik umat yang tidak bisa kita klaim. kekalahan ini juga sebenarnya memberikan sebuah data yang konkrit kepada pihak ali umri bahwa ali umri tidak punya nama yang bagus di tengah masyarakat dan apabila ali umri memaksakan kehendak kemungkinan dia hanya menghabiskan uang saja. thanks

    Muhammad Taufik Harahap
    Kabid Hubungan Luar Negeri dan Antar Lembaga
    Ikatan Remaja Muhammadiyah Sumatera Utara

    Like

  2. thanks taufik atas komentarnya. bagaimana dengan kemungkinan uang suksesi ali umri itu justru bukan uang pribadinya tapi dari sumber-sumber lain?

    kedua, identitas dan eksistensi parpol memang ditentukan oleh pilihan sikap dan kebijakannya. Apakah PAN sudah kekurangan kadernya? ha…aneh memang.

    bravo IRM …!

    Like

  3. ALI UMRI KO??? itu sangat2 wajar,justru klau dia menang akan terbentuk image yg tdak benar dan berakibat fatal bagi kader2 dan pecinta PAN sendiri…sya pun bingung predikat apa sbenarnya yg pantas di nobatkan buat seorang ALI UMRI???? Pengen jd Gubernur sya pikir sangat2 tidak pantas…mengingat track record yg kurang simpati, arogan dan terlalu memaksakan kehendak…..skarang sulit membedakan suara sirene di jalanan ALI UMRI lewat apa AMBULANCE…apkah ini yg dinamakan sosok yg mrakyat??? menghalalkan segala cara demi mencapai suatu tujuan bukanlah type seorang PEMIMPIN

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s