Makin Sulit Shalat di Mesjidil Haram


Saat ini sudah sulit bagi jemaah untuk memasuki bagian dalam Masjidil Haram. Bahkan di pelataran mesjid pun, jemaah sulit mendapatkan tempat untuk sholat. 

Mereka yang ingin sholat, akhirnya rela melakukannya di jalan-jalan raya yang berada di sekitar mesjid. Seperti terlihat di pintu Babussalam, jemaah sudah tumpah sampai ke jalan depan Maulid Nabi (rumah kelahiran Nabi Muhammad SAW).

Pemandangan serupa juga terlihat di pintu King Abdul Aziz. Jemaah yang sholat sampai menutupi 50 meter jalan raya depan pintu masuk tersebut. Sedangkan bagi jemaah yang ingin melakukan Umroh atau tawaf, sudah sangat sulit melakukannya di lantai dasar dekat Kabah. Mereka harus naik ke lantai dua atau tiga, dengan risiko diameter jarak putaran lebih jauh daripada di lantai dasar.

Belum ada data resmi jumlah jemaah yang masuk ke Mekah, dari Kementerian Haji Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Namun, sampai Sabtu (8/12) malam, jumlah jemaah haji Indonesia yang masuk ke Arab Saudi sudah mencapai 166.462 orang, atau 75% dari total jemaah haji Indonesia yang akan datang pada tahun ini, sebanyak 213 ribu orang.

Dari jumlah tersebut, 151.726 berada di Mekah. Sementara itu, sisanya berada di Medinah dan Jedah. Namun, pada Minggu (9/12), jemaah terakhir dari Medinah, yaitu dari Kelompok Terbang 35, Solo, sudah masuk ke Mekah.

Sedangkan dari Jedah, jemaah terakhir rencananya akan masuk Mekah pada tanggal 14 Desember. Aas terpusatnya seluruh jemaah di Mekah, Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekah Wardhani Muchsin mengatakan pihaknya sudah siap.“Masalah pemondokan dan sebagainya sudah selesai. Sekarang kami konsentrasi mengatasi masalah transportasi,” kata Wardhani.

Sebab, semakin dekat ke puncak perayaan haji, bus-bus yang mengangkut jemaah akan semakin sulit memasuki Masjidil Haram. Selain itu, dengan semakin padatnya jemaah yang datang ke Mekah, ternyata bus-bus yang seharusnya untuk mengangkut jemaah Indonesia seringkali diserbu oleh jemaah dari negara lain.

Karenanya, mulai Minggu (9/12), Daker akan menambah 10 personel untuk mengamankan bus. “Mereka untuk mengantisipasi kemungkinan tidak bisa masuknya jemaah haji Indonesia ke dalam bus, akibat dipadati jemaah lain,” katanya.

Sebab, dari laporan yang diterimanya, saat ini banyak jemaah lain yang menyerbu bus Indonesia pada waktu-waktu usai sholat. Akibatnya, jemaah Indonesia tidak bisa menaiki bus. Petugas pengamanan tambahan ini, tambahnya, akan ditempatkan di terowongan (jalan menuju Masjidil Haram) dan Maulid Nabi (pintu masuk Masjidil Haram).

Adapun, jumlah bus yang disediakan oleh Daker Mekah untuk angkutan jemaah ini total ada 83.Dengan perincian, 20 khusus untuk terowongan (masuk ke kawasan Masjidil Haram), dan sisanya sampai ke halte-halte dekat pemukiman jemaah.

Bus-bus khusus jemaah Indonesia ini, seluruhnya ditempelkan bendera merah putih. Khusus yang bias menembus terowongan, Daker menyewa jasa PT Umul Quro.

– – –

sumber: http://www.informasihaji.com/, update 9 Desember 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s