Dagang Omongan


Saya teringat sebuah film jadul. Judulnya “Dagang Omongan” dan pemeran utamanya Dedy Mizwar. Anda boleh koreksi bila cerita saya soal film ini tak tepat.

Si Dedy ini diceritakan sebagai orang yang tak punya skill. Ia bukan anak sekolahan melainkan pemuda kampung yang menganggap sekolah sebagai suatu tempat yang mahal.

Namun, seperti cerita kebanyakan lainnya, si Dedy kemudian punya tekad untuk merubah nasib. Ia pergi ke kota. Di sana, ia kenalan dengan temannya. Sesampai di kota, ia terkejut. Tidak ada pekerjaan dan bila tidak ada job berarti mati dan itu bisa bermakna ia harus pulang kampung lagi. Malulah dia.

Tapi rupanya, ia punya kunci. Kunci itu adalah mulut. Ia pun melontarkan idenya. “Ya, kalau tak ada yang bisa kita dagangkan, kita dagang omongan saja,” katanya kepada kawannya. Kawannya hanya mengangguk-angguk. Anda jangan salah sangka dulu. Bila dulu mengangguk bisa diartikan sebagai tanda mengerti akan sesuatu, kini lain. Ia juga bisa digunakan untuk menutupi ketakmengertian. “Suka hati kaulah,” kata kawannya.

Singkat cerita, si Dedy jadi orang kaya. Ia berhasil dan tak malu untuk pulang kampung. Bila mudik, ia naik mobil. Mobil ini suatu tanda keberhasilan di tanah rantau.

Dagang omongan versi si Dedy bukan tipu. Katanya, orang kota itu tahunya hanya kerja, bukan bicara. Makanya, kalau mau melamar kerja, yang diminta itu skill-nya. Skill itu kemampuan teknis. Yang kedua, adalah referensi alias pengalaman. Bahasa lainnya track record.

Karena tahunya hanya kerja, jadinya manusia kota itu “kering”. Kalau bicara selalu straight to the point. Basa-basi itu haram. Waktu itu adalah uang, jadi tak ada masa untuk berleha-leha. Bicara membuat waktu yang terbuang percuma dan fulus pun menguap.

Karena itu, hubungan manusiawi jadi barang langka. Bila saya melihat Anda, maka yang terbayang di benak saya adalah seberapa bermanfaat Anda bagi saya. Apakah Anda bisa menguntungkan? Kalau tidak, maka Anda bukanlah teman saya. (*)

 

11 Desember 2007
di pojok kantor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s