Haji Gelap Ditangkap


Sebanyak 700 orang Warga Negara Indonesia (WNI) ditangkap di Mekkah karena diduga sebagai “haji gelap”. Untuk itu, Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait tentang penangkapan WNI tersebut oleh pemerintah Arab Saudi di Mekkah.

“Kami telah menugaskan staf-staf kami untuk berkoordinasi,” ujar Dharma Kity, Juru Bicara Konjend RI di Jeddah, saat dihubungi Tempo, Minggu (09/12).
mekkah
Selain berkoordinasi, menurut Dharma, Konjend RI juga sedang memastikan jumlah WNI yang tertangkap tersebut, karena berdasarkan informasi perkiraan sudah mencapai 700 orang yang tertangkap. “Kami akan melakukan pelayanan dan perlindungan sesuai dengan tugas kami,” ujarnya.

Dharma mengatakan, para WNI tersebut ditangkap di beberapa villa atau rumah di Mekkah karena tidak menggunakan visa untuk haji. Visa yang mereka gunakan, lanjut Dharma, adalah visa untuk umroh, visa kunjungan lain, atau visa yang sudah habis masa berlakunya.

Menurut Dharma, mereka yang tertangkap akan dikenakan sanksi berupa denda sampai dengan yang paling berat, yaitu SR 10 ribu, atau akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku seperti dipulangkan.

Sumber: tempointeraktif.com (10 desember)

2 thoughts on “Haji Gelap Ditangkap

  1. Mafia-mafia “human trafficking” memang sudah lama membuat para hajiwan/ti menjadi korban selain TKW/I. Dengan perkiraan 200-500 dollar perkepala mereka dengan seenaknya merekrut korban-korban lugu untuk diseludupkan menjadi haji. Tidak perduli dengan jaminan keselamatan dan harta benda korbannya.

    Anehnya, karena modus ini tidak pernah diusut tuntas, para mafia trafficking itu sudah dengan leluasa memainkan aparatur negara dengan menyeludupkan “orang-orang” nya, biasanya saudara dekat menjadi ustad (pemasok), caleg maupun menjadi PNS depag maupun Deplu (beking), orang penerbangan atau travel (kollaborator) dan tidak jarang punya saudara atau koneksi di Saudinya. Baik itu polisi lokal maupun politisi (misalnya keluarga emir) sebagai beking sekaligus kollaborator.

    Maka klop lah ini disebut mafia. Yang lebih mengerikan lagi apabila para mafia ini ternyata pintar pula mengolah ayat-ayat maupun hadits… jadilah dia merasa benar dunia akhirat. Di lain pihak korban tetaplah menjadi korban. Nasib sebuah permainan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s